Migrasi Data

Petunjuk Pengisian File Migrasi Pajak Bulanan

Dipublikasi 14-09-2020 (diperbarui 19-09-2022)

Berikut adalah penjelasan setiap field yang harus diisi pada template file migrasi:


Nomor Induk Karyawan: Diisi dengan NIK karyawan / Employee ID di CATAPA


Tahun: Diisi dengan tahun perhitungan pajak


Bulan: Diisi dengan bulan perhitungan pajak (dalam angka)


Gaji Pokok: Diisi dengan total gaji pokok


Tunjangan Pajak (opsional): Diisi dengan tunjangan pajak yang diberikan kepada karyawan (untuk metode gross up di mana perusahaan membayarkan pajak karyawan dalam bentuk tunjangan pajak)


Tunjangan Lainnya: Diisi dengan total tunjangan (seperti tunjangan makan, transportasi, pulsa, dan sebagainya) dan uang lembur yang diberikan kepada karyawan


Honorarium: Diisi dengan pembayaran atas jasa yang diberikan pada suatu kegiatan tertentu


Premi Asuransi: Diisi dengan total nilai premi asuransi yang berasal dari:

a. BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

b. BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Kematian (JKM)

c. BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan

d. Asuransi Kesehatan di tempat lain yang ditanggung oleh perusahaan

e. Asuransi Jiwa di tempat lain yang ditanggung oleh perusahaan

f. Asuransi Kecelakaan di tempat lain yang ditanggung oleh perusahaan


Natura: Diisi dengan penghasilan yang diterima dalam bentuk barang


Bonus/THR: Diisi dengan penghasilan irregular seperti THR, bonus tahunan, bonus performance, dan sebagainya yang diterima karyawan


Iuran Pensiun atau Iuran THT/JHT:

a. BPJS Ketenagakerjaan - Iuran/Jaminan Pensiun yang ditanggung oleh karyawan

b. BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Hari Tua yang ditanggung oleh karyawan

c. Iuran DPLK yang ditanggung oleh karyawan


PPh-21 Bulanan: Diisi dengan nilai PPh 21 yang dipotong dari karyawan atau dilaporkan ke kantor pajak


PPh 21 DTP (opsional): Diisi dengan nilai PPh 21 yang ditanggung oleh pemerintah


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Contoh kasus:

James Putra dengan NIK ID-0001 bekerja pada PT ABC menerima gaji sebesar Rp 8.000.000 sebulan dengan tunjangan transportasi dan tunjangan makan masing-masing sebesar Rp 1.000.000. Di bulan Januari ini kebetulan karyawan melakukan lembur dan mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 1.500.000.


Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui penghasilan tetap karyawan setiap bulannya berasal dari gaji, tunjangan transportasi, dan tunjangan makan dengan total Rp 10.000.000 yang kemudian akan dijadikan acuan perhitungan BPJS serta perhitungan asuransi lainnya.


Perusahaan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta asuransi di tempat lain sehingga setiap bulannya perusahaan membayarkan beberapa komponen dengan detail sebagai berikut:

a. Jaminan Kecelakaan Kerja - JKK (0,24% dari penghasilan tetap): Rp 24.000

b. Jaminan Kematian - JKM (0,3% dari penghasilan tetap): Rp 30.000

c. Iuran/Jaminan Pensiun - IP/JP (2% dari Rp 8.939.700)*: Rp 178.794

d. Jaminan Hari Tua - JHT (3,7% dari penghasilan tetap): Rp 370.000

e. Dana Pensiun Lembaga Keuangan - DPLK (4% dari penghasilan tetap): Rp 400.000

f. BPJS Kesehatan (4% dari penghasilan tetap)**: Rp 400.000

g. Asuransi Kesehatan di tempat lain (4% dari penghasilan tetap): Rp 400.000

h. Asuransi Jiwa di tempat lain (4% dari penghasilan tetap): Rp 400.000


Selain itu perusahaan juga memotong dari gaji karyawan beberapa komponen dengan detail sebagai berikut:

a. Iuran/Jaminan Pensiun - IP/JP (1% dari Rp 8.939.700)*: Rp 89.397

b. Jaminan Hari Tua - JHT (2% dari penghasilan tetap): Rp 200.000

c. Dana Pensiun Lembaga Keuangan - DPLK (1% dari penghasilan tetap): Rp 100.000

d. BPJS Kesehatan (1% dari penghasilan tetap)**: Rp 100.000

e. Asuransi Kesehatan di tempat lain (1% dari penghasilan tetap): Rp 100.000

f. Asuransi Jiwa di tempat lain (1% dari penghasilan tetap): Rp 100.000

g. PPh-21: Rp 450.000


*berdasarkan aturan BPJS nilai maksimum pengali untuk iuran/jaminan pensiun adalah Rp 8.939.700, dikarenakan penghasilan tetap Rp 10.000.000, nilai pengali yang akan digunakan adalah Rp 8.939.700

**berdasarkan aturan BPJS nilai maksimum pengali untuk BPJS Kesehatan adalah Rp 12.000.000, dikarenakan penghasilan tetap Rp 10.000.000, nilai pengali yang akan digunakan adalah Rp 10.000.000


Cara pengisian field di file migrasi PPh 21 berdasarkan cerita di atas adalah sebagai berikut:

Nomor Induk Karyawan: ID-0001


Tahun: 2020


Bulan: 1


Gaji Pokok: 8000000


Tunjangan Pajak (opsional): 0


Tunjangan Lainnya: 3500000

a. Tunjangan transportasi: 1000000

b. Tunjangan makan: 1000000

c. Uang lembur: 1500000


Honorarium: 0


Premi Asuransi: 1254000

a. JKK: 24000

b. JKM: 30000

c. BPJS Kesehatan: 400000

d. Asuransi Kesehatan di tempat lain: 400000

e. Asuransi Jiwa di tempat lain: 400000


Natura: 0


Bonus/THR: 0


Iuran Pensiun atau Iuran THT/JHT: 389397

a. Iuran/Jaminan Pensiun: 89397

b. Jaminan Hari Tua: 200000

c. DPLK: 100000


PPh-21 Bulanan: 450000


PPh 21 DTP (opsional): 0


Berikut gambar contoh pengisian pada file excel

Monthly Migration Example.png


atau Anda dapat mengunduh contoh pengisian pada file excel di sini

Masih memiliki pertanyaan?

CATAPA selalu siap menjawab pertanyaan Anda.

Kirim Pertanyaan
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.