General

5 Strategi Rekrutmen Yang Efektif Dalam Mencari Tenaga Kerja

Dipublikasi 10-05-2021

Tanpa strategi rekrutmen yang tepat, praktisi Human Resources atau perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menyeleksi calon tenaga kerja. Strategi rekrutmen yang matang bisa membuat proses penyeleksian berjalan lebih efisien dan efektif. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencari tenaga kerja yang pootensial? Inilah 5 strategi rekrutmen efektif yang patut dijalankan setiap perusahaan.


Apa itu Strategi rekrutmen?

Strategi rekrutmen adalah sebuah konsep spesifik seputar hal-hal yang berkaitan dengan rencana pembukaan lapangan kerja. Dari posisi apa yang akan dibuka, kapan waktu yang tepat, hingga bagaimana proses perekrutan akan dijalankan. Semua itu perlu dipersiapkan dengan matang karena berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh setiap perusahaan.


Pentingnya meninjau Ulang Strategi Rekrutmen Anda

Anda perlu melakukan peninjauan ulang strategi rekrutmen yang sudah dijalankan perusahaan setidaknya setiap tahun. Hal ini patut dilakukan demi mengevaluasi apakah perekrutan tenaga kerja sudah sejalan dengan visi perusahaan. Apakah sektor tertentu dari usaha Anda bisa mendapatkan manfaat dari perekrutan tenaga kerja? Apakah tenaga kerja yang baru bisa menambah keterampilan tertentu dalam perusahaan? Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut, Anda bisa meninjau ulang strategi rekrutmen yang sudah dijalankan. Tindakan ini juga perlu dilakukan agar setiap orang dalam perusahaan bisa memahami goal yang hendak dicapai.


Langkah-Langkah Mengembangkan Strategi Rekrutmen Untuk Mendapatkan Tenaga Kerja Terbaik

Mendapatkan kandidat terbaik adalah impian setiap perusahaan. Sayangnya, untuk mewujudkan hal itu tak semudah yang dibayangkan. Penerapan teknik dan strategi rekrutmen yang benar-benar tepat bisa membantu perusahaan dalam menyeleksi tenaga kerja terbaik.


1. Membangun Employer Branding

Nama baik perusahaan bisa menjadi salah satu daya tarik untuk mendapatkan kandidat tenaga kerja yang berkualitas. Membangun employer branding memang membutuhkan waktu panjang dan modal yang tak sedikit. Akan tetapi, tak ada salahnya juga jika Anda mulai mengalokasikan usaha dan dana untuk membangun employer branding. Selain bisa menarik kandidat dengan potensi terbaik, perusahaan Anda juga bisa merasakan dampak positif jangka panjang sebagai hasilnya. Mulailah membangun employer branding dengan menganalisis keunikan perusahaan. Jangan lupa untuk membangun keterlibatan karyawan dengan memilih channel komunikasi yang tepat.


2. Buatlah daftar kualifikasi dan deskripsi pekerjaan yang menarik

Daftar kualifikasi yang spesifik bisa membantu Anda menyeleksi kandidat dengan pengalaman dan keterampilan yang tepat untuk posisi yang ditawarkan. Hal ini bisa membantu proses penyeleksian menjadi lebih efisien. Berbeda dengan daftar kualifikasi, Anda harus membuat deskripsi pekerjaan dengan sentuhan kreativitas. Deskripsi pekerjaan yang ringkas atau lengkap tidak selalu berhasil menarik minat kandidat. Anda harus bisa merancang deskripsi pekerjaan yang khas dengan menampilkan nilai-nilai perusahaan yang mampu memikat kandidat.


3. Manfaatkan kekuatan teknologi dalam proses rekrutmen

Kekuatan teknologi masa kini bisa mempermudah proses penyeleksian kandidat tenaga kerja. Diawali dengan proses pembukaan lowongan kerja, Anda atau tim rekrutmen bisa memanfaatkan beragam media sosial yang sudah tersedia. Proses wawancara dengan kandidat pun sekarang ini sudah bisa dilakukan lewat video call lewat beragam layanan komunikasi yang tersedia. Strategi rekrutmen online bisa membantu Anda menjangkau lebih banyak kandidat dengan lebih cepat. Baik perusahaan maupun kandidat sendiri juga akan merasa dimudahkan dalam prosesnya. Proses penyeleksian tenaga kerja bisa berlangsung lebih efisien. Pada masa pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini, rekrutmen online menjadi solusi praktis bagi perusahaan yang tengah mencari tenaga kerja baru.


4. Buatlah program referensi karyawan

Strategi rekrutmen lain yang dapat Anda pertimbangkan adalah dengan membuat program referensi karyawan. Lewat program ini, perusahaan bisa mendapatkan rujukan kandidat yang tepat untuk menduduki posisi yang tersedia. Selain membuka peluang untuk mendapatkan kandidat terbaik dari sumber yang terpercaya, penerapan program ini juga bisa menjadi cara lain untuk meningkakan kepuasan karyawan. Perusahaan bisa memberikan insentif sebagai bentuk balas jasa terhadap karyawan yang sudah memberikan rujukan kandidat terbaik untuk bergabung.


5. Evaluasi strategi rekrutmen yang sudah diterapkan perusahaan setiap tahun

Salah satu alasan mengapa Anda perlu menambah tenaga kerja yang baru adalah untuk menambah potensi dan keterampilan agar perusahaan menjadi lebih baik. Setiap strategi rekrutmen yang dijalan tentu tidak selamanya berlangsung dengan baik dan membuahkan keberhasilan yang diinginkan. Inilah mengapa perlu dilakukan evaluasi terhadap rancangan rekrutmen setiap tahun. Peninjuan ulang ini bertujuan agar proses penyeleksian kandidat tenaga kerja untuk periode selanjutnya bisa menjadi lebih baik dan efisien. Dengan begitu ketahanan ekosistem dalam perusahaan jadi lebih terjaga dan setiap tahapan pengembangan usaha bisa berjalan dengan baik.


3 Strategi rekrutmen yang tengah menjadi tren saat ini

Perkembangan zaman dan teknologi yang membawa perubahan industri juga mendorong evolusi dalam tahap rekrutmen. Inilah mengapa para pelaku bisnis atau praktisi Human Resources perlu mendapatkan informasi mengenai fase Recruitment 4.0 untuk mengimbangi perkembangan tersebut. Berikut ini adalah 3 strategi rekrutmen yang tengah menjadi tren selama beberapa tahun belakangan


1. Pengalaman kandidat menjadi prioritas utama

Dibutuhkan kolaborasi rekruter dan kandidat saat proses rekrutmen, demi tercipta pengalaman di antara keduanya. Ketika perusahaan mampu menarik kandidat melalui pengalaman yang sudah didapatkannya, proses perekrutan tidak akan berlangsung sulit. Namun, jika kandidat mendapatkan pengalaman yang negatif, hal ini akan memengaruhi reputasi perusahaan.


2. Perhatian terhadap soft skills kandidat

Peran teknologi dalam mendukung dunia kerja saat ini memang sudah berkembang dengan pesat. Untuk mengimbangi perkembangan tersebut, rekruter perlu menyeleksi kandidat yang cepat beradaptasi dengan terhadap perubahan teknologi dan ekonomi. Inilah mengapa soft skills yang dimiliki kandidat kini menjadi tolak ukur utama dalam proses penyeleksian. Perusahaan sekarang ini ingin mendapatkan tenaga kerja yang bisa berinovasi, pandai berkomunikasi, dan mudah dalam berkolaborasi.


3. Perubahan peran rekruter

Teknologi memungkinkan rekruter dan kandidat tenaga kerja memiliki hubungan yang lebih dekat dari sebelumnya. Manfaatnya adalah semua orang yang terlibat dalam proses rekrutmen akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik. Rekruter dituntut tidak hanya harus bisa membuat strategi rekrutmen yang pasif saja. Mereka juga harus mulai mencari kandidat yang belum dioptimalkan kemampuannya dalam perusahaan.


Penutup

Strategi rekrutmen yang matang dan efektif bisa membantu perusahaan mendapatkan kandidat tenaga kerja terbaik. Tips yang tersedia dalam artikel ini diharapkan bisa membantu Anda dalam membuat proses penyeleksian kandidat dengan lebih efisien dan mampu menyasar tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Informasi mengenai tren rekrutmen terkini juga bisa membantu Anda memahami apa saja yang saat ini dibutuhkan oleh setiap perusahaan dan tenaga kerja.









Masih memiliki pertanyaan?

CATAPA selalu siap menjawab pertanyaan Anda.

Kirim Pertanyaan
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.